Seorang Guru Di Sebuah Pulau

Sudah seminggu aku bergelar seorang guru. Perjalanan yang panjang ke sebuah daerah yang asing dan terasing. Di sebuah pulau yang terpisah dari daratan Matu/Daro. Kampung Penibung terletak berhadapan dengan Laut China Selatan.Kampung ini adalah sebuah kampung nelayan yang kegiatan utama adalah menangkap ikan di laut dan menanam padi di huma.
Capaian jalur lebar amat lemah tarikan. Capaian bukan seperti di tanah daratan di semananjung. Tapi aku tetap bersyukur kerana kehidupan masih terlaksana dengan cara tersendiri di sini. Air hujan adalah air yang menghidupkan wajah wajah manusia di sini.Sungai bergaram tak mampu untuk menghiburkan hati yang lara jika kemarau melanda. Syukur disini ada karan.Ada juga hiburan di waktu senggang.
Kaum Melanau Islam adalah keseluruhan isi isi kampung ini terkecuali beberapa insan guru dan pekedai runcit serta pengusaha bot laju. Murid hanya ada 102 dan guru hanya ada 14 orang dan aku salah seorang darinya.
Hujan oh hujan harap kau turunlah hari ini.Boleh lah kami menadah untuk kegunaan hari esok..

5 thoughts on “Seorang Guru Di Sebuah Pulau

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s